1.11.18

Di Simpang Keraguan

Kita tak boleh meyakini pagi hari 
yang selalu menabur gairah

Sedangkan siang 
belum tentu mempersembahkan bunga-bunga

Apalagi senja 
belum selesai untuk direnungkan

31.10.18

Senja Telah Menepuk Bahu

Bila saja ini terjadi
Barangkali senja telah menepuk bahu

Daun-daun petang dikejar oleh embun-embun pagi
Barangkali, ini saatnya gitar bernyanyi tanpa kata-kata

30.10.18

Kau Ada Di Sana

Gulita yang mencari fajar
di tiap jatuhnya waktu dalam detik



Kau ada di sana 
pada nada-nada sunyi

22.9.18

Bila Kau Ragu Pada Rindu Ini

Besi-besi dingin itu kaku menatapku
Ia menjadi bukti bila kau ragu
Mereka bersamaan pagi yang terjanji
Melihatmu di khayalanku bisiknya



Tinggal secuil pagi ini menatapku bosan
Rinduku ini tidak berkala

Besi-besi itu tetap meratap
Heran bila aku layu. Bila kau ragu


Tampaknya saja kau masih berayun dalam kedipan mata
Hanya saja kala engkau kurindu
Sesaaat besi-besi itu kembali menggigil dingin
Dirangkul pagi dengan anak-anak embunnya
Pada fajar coba menghangat
Kau masih saja mengisi dalam imajinasi
Mereka tahu. Bila kau ragu pada rindu ini

Sama Beda Dari Tuhan

Kamu tahu Tuhan, sayang?
Banyak orang menyebutnya baik
Memang, memang ia baik di suatu waktu
Keseringan
Hingga aku menemukanmu
Kamu pun menemunkanmu
Pertemuan itu adalah kebaikan-Nya

Senyummu yang indah menambah cantik parasmu
Tuturmu yang lembut indah berkata
Hingga perhatian dan cintamu satu bagiku
Kamu juga baik
Cintaku jatuh di genggamanmu

Aku jatuh cinta dengan perasaanmu padaku
Perhatianmu hampir sempurna
Bukan seperti mereka yang pernah mengendap di hidupku
Dulu
Kamu lain, lebih
Sebab itu cintaku padamu

Sayang, bila beda agama adalah takdir
Aku hanya manusia
Aku pusing juga bila terpikir sesaat, sesekali lama
Tuhan mempertemukan hati kita
Namun dengan gaya sujud yang berbeda

Aku sering bertanya pada-Nya
Aku benci ini, haruskah begitu?
Jawaban begitu samar bermisteri
Barangkali aku masih hidup, sebabnya begitu

Sayang, apapun yang datang menjumpa
Ingatlah selalu dalam cerita hidupmu
Cintamu yang sejati itu selalu padaku
Kamulah cintaku yang abadi
Nyata karena Tuhan
Namun, samar jalannya karena Tuhan pula